Halaman Depan - KuIS - Program - Topik - Berita - Referensi - Interaktif
  Agenda
Senin 14-04-2008
Seminar "Peran Sektor Swasta dalam Penanggulangan Tuberkulosis (TB)" 22 April 2008
Kamis 06-03-2008
My Child Matters: Kampanye terpadu berbasis komunitas tentang deteksi dini & rujukan pengobatan leukemia & retinoblastoma (Mei 2007 - April 2008)
Selasa 12-02-2008
Seminar Sehari, “Menghapus Diskriminasi terhadap Pasien TB di Tempat Kerja” 20 Februari 2008
  Referensi

Buku AKMS TB: Menuju Indonesia Sehat

10 Hal Tentang Campak

Kebijakan Nasional Mengenai Flu Burung

Panduan Cuci Tangan Pakai Sabun

RENCANA AKSI PEMBANGUNAN KESEHATAN TAHUN 2007
  Pencarian Data
  Link
Spiritia
KPA
Sehat Group
TBC Indonesia
Yayasan Kanker Indonesia
Info kesehatan yang paling berguna bagi Anda:
Tips perilaku hidup sehat
Penyakit menular
Kesehatan reproduksi
Sanitasi dan lingkungan

View Results
  Mitra Koalisi

   Lembaga Swadaya Masyarakat
   Lembaga Profesi dan Akademisi
   Sektor Swasta
   Lembaga Internasional
   Koalisi Lokal


Mari Bergabung menjadi Mitra Koalisi


 
 
 
Halaman Depan




SMPN 76, Jakarta Pusat erupakan salah satu sekolah yang dijadikan tempat penelitian tentang persepsi dan perilaku merokok di kalangan perempuan muda yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2007.
 


Seperti juga remaja laki-laki, remaja perempuan di Indonesia mempunyai akses yang sangat mudah untuk mendapatkan rokok. Demikian hasil riset yang dilakukan oleh Koalisi untuk Indonesia Sehat (KuIS) bekerjasama dengan South-East Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA) dengan melibatkan 3.040 responden perempuan berusia 13-25 tahun. Bahkan hasil riset menemukan sebanyak 34,78% responden usia 13-15 tahun mengaku ‘sangat mudah’ untuk mendapatkan rokok. Persentase ini lebih tinggi dari mereka yang mengatakan ‘sangat sulit’ (17,39%) atau ‘sedikit sulit’ (23,91%) mendapatkan rokok.

 
Prof. DR. Saparinah Sadli : Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan pencapaian target Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs)

Di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, yang dapat melahirkan anak hanyalah perempuan. Di kebanyakan negara, termasuk di Indonesia, yang mengontrol atau mengendalikan tubuh perempuan adalah laki-laki. Bagaimana kenyataan ini berdampak pada pemberdayaan dan kesetaraan perempuan?
Info Kesehatan Lainnya
 
Rabu 07-05-2008
Virus EV-71, Wabah Dikhawatirkan Menyebar ke Beijing

Beijing, Selasa - Virus Enterovirus 71 telah menewaskan sedikitnya 26 anak di China hingga hari Selasa (6/5). Virus penyebab penyakit di tangan, kuku, dan mulut itu dikhawatirkan menyebar lebih luas lagi.
Rabu 07-05-2008
Asma Terkontrol, Kualitas Hidup Naik

Jakarta, Kompas - Penyakit asma sebenarnya mudah dikenali dan diobati, bahkan setiap penderita asma dapat mengobati dirinya sendiri ketika terkena serangan. Jika tidak terkontrol, asma bisa kambuh berulang kali sehingga menurunkan kualitas hidup penderitanya.
Rabu 07-05-2008
Kerja Sama Produksi Vaksin Flu Burung dengan Bill Gates

Jakarta, Kompas - Pemerintah Indonesia akan menjajaki kemungkinan menjalin kerja sama dengan Chairman of Microsoft Bill Gates untuk pengembangan vaksin flu burung untuk manusia.
Arsip Berita Lainnya

Jumat 09-05-2008
Geliat Aktivis Anti Tembakau di Tengah Keraguan Pemerintah

Menjelang Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS), Komisi Nasional Penanggulangan Masalah Merokok (Komnas PPM) akan memprakarsai aksi untuk mengumpulkan 40.000 tanda tangan pelajar. Aksi yang melibatkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), pelajar SMP, SMA dan SMK itu merupakan wujud tuntutan anak muda kepada Pemerintah agar memberikan perlindungan dari gencarnya ekspansi industri rokok. Tuntutan dan tanda tangan tersebut rencananya akan diserahkan secara simbolis kepada Ibu Ani Bambang Yudhoyono pada saat peringatan HTTS 2008.
Jumat 25-04-2008
Kesehatan Perempuan, Antara Hak dan Kemauan Politik

Tanggal 8 Maret diperingati sebagai hari perempuan sedunia, namun masih banyak perempuan merasa belum mendapatkan haknya, baik itu hak ekonomi, hak politik dan hak kesehatan. Padahal dalam Amandemen UUD 45 pada tahun 2000 pasal 28H dikatakan “…setiap penduduk berhak atas pelayanan kesehatan”. Pencantuman hak terhadap pelayanan kesehatan bertujuan untuk menjamin hak-hak kesehatan yang fundamental seperti tercantum dalam deklarasi hak asasi manusia “health is a fundamental human right”. Bahkan di dalam RUU tentang Kesehatan yang sedang di bahas di DPR juga telah ditekankan bahwa sehat itu hak.
Sabtu 05-04-2008
Bergulat Mengatasi Penyakit TB di Sangata

Seusai memandikan Hardo, anak pertamanya, Hartina br. Nainggolan (27 tahun) bergegas menghampiri Roni yang sedang menangis di atas ayunan di dalam rumah panggung kayunya. Roni adalah anak kedua Hartina yang baru berusia 7 bulan. Setiap hari, Hartina memang disibukkan oleh pekerjaan mengasuh kedua anaknya yang masih kecil itu. Mulai dari pagi saat mereka terbangun hingga malam menjelang larut. Hartina bahkan seringkali tak bisa tidur di malam hari karena anaknya menangis bergantian. Sitompul, suaminya, tak bisa banyak membantu Hartina. Dia harus bekerja di ladang sepanjang hari hingga sore menjelang.
Sambung Rasa Lainnya

 


Program Advokasi pada Hari TB Sedunia 2008

Penelitian “Wanita dan Tembakau”

Program Mobilisasi Sosial untuk Mendukung Imunisasi Campak

Kampanye Deteksi Dini Kanker Retinoblastoma & Leukemia pada Anak

Gerakan Lingkungan Sehat untuk Cegah DB


Koalisi untuk Indonesia Sehat
Plaza Basmar, Lantai 3 Jl. Mampang Prapatan Raya No. 106 Jakarta 12760
Telp. (62-21) 7981885, 7982470
Fax. (62-21) 7986266

Hak Cipta © 2007 Koalisi untuk Indonesia Sehat